Jumat, 24 Juni 2011
Assalamu'alaykum Warahmatullahi Wabarakatuh

Catatan ini ana tulis sebagai wujud rasa cinta pada teman-teman semua karena Alloh, semoga Alloh mengeratkan kebersamaan ini hingga kekal dalam jannah-NYA.
Ibarat menghidupkan kayu basah itu hal yang sulit, tapi bukanlah hal yang mustahil. Hanya perlu kerja keras, usaha, dan kesabaran dalam menghidupkannya. Seperti halnya medan dakwah kali ini.

Bismillaahirrahmaanirrahiim..

Pagi ini hujan rintik-rintik mewarnai sepanjang perjalanan menuju STM (Sekolah Tingkat Militer) eh salah SMKN 1 maksudnya. Hari ini rada beda dengan hari-hari sebelumnya, jika hari-hari sebelumnya berangkat jam 08.00 terancam dikunciin di gerbang, kini datang kesekolah asal nyelonong (untung nda dicurigai satpam).

Hari ini. . . 1-2-3-4-5-dst akhwat furqan sudah standy dengan laptop masing-masing di musholah.
Dengan bermoduskan OL bersama, kami sepakat pasang acting sok-sok sibuk.
Tepat jam 09.00 (kayanya). Salah seorang ikhwan (sebut saja bunga) memberikan aba-aba bahwa pasukan akan diistirahatkan, eh akan membahas rapat maksudnya. Rencana rapat akan diselenggarakan tepat pukul 10.00 WITA. Sembari mengIYAkan instruksi tersebut, gerak-grik kami tetap fokus pada laptop yang betebaran itu *lebaynya.

Tepat jam 10.00, salah seorang ikhwan (sebut saja bunga) mendekati hijab dan mengatakan “kita mulai rapatnya”. Belum sedetik pemimpin rapat berucap, muncul sesosok makhluk nda halus di balik pintu disela-sela hijab. Sontak kami semua kaget, apalagi yang akhwat. Langsung masang muka-muka nda enak, dan tertunduk-tunduk menutupi wajah. (kaya adegan penggrebekan aja)hihi… . Namun diantara kita ada juga akhwat yang memberanikan diri mengusir secara halus tapi maksa pada makhluk satu itu.

Akhirnya setelah 5 menit kejadian itu, amarah dan amuk masa berhasil diredakan. Dengan kesabaran pemimpin rapat, rapat kembali berlanjut, belum sempat mengucapkan Aaa. . ., suara gemuruh pesawat terbang melintasi atep mushola (serasa deket banget). Suaranya yang merdu melemahkan suara sang pemimpin rapat (sebut saja bunga). *dari tadi bunga terus, yaudah sebut saja gayung. *ko gayung, jelek betul. *yasudah . . makanya sebut saja  bunga. (apaan).

15 menit terlewatkan Cuma-Cuma. Astagfirullaah. . .

Lanjut!! Setelah itu pemimpin rapat melanjutkan rapatnya. Pada rapat kali ini, suasananya agak beda. Satu per satu para akhwat turun tangan angkat bicara. Terjadi aksi baku-tembak antara pendapat ini dan pendapat itu sehingga memperpanjang perkara persidangan (nda nyabung ~,~). Akhirnya percekcokan ini berhasil diantisisapi *antisipasi, dengan mengambil jalan tengah.

“tak putus dirundung malang” kaya judul lagu aja. Apapun hasil rapatnya, kami terima dengan wajah tersenyum.

Ba’da sholat dzuhur, salah seorang akhwat (sebut saja bunga) memainkan name-tag untuk kegiatan mabit. Dari situ terbesit untuk mengedit-edit name-tag untuk dijadikan profil picture. Di name-tag itu ada dua kolom yang harus diisi (nama dan jabatan). Soal nama sih, no problem.,Tetep nama asli. Yang jadi percekcokan ni jabatannya. Hihi aneh-aneh deh pokonya kalo dibaca satu-satu.

Salah seorang akhwat (sebut saja bunga) yang menjabat sebagai tim rukiyah, mengancam satu per satu dari kami akan dirukiyah yang dengan berani-beraninya mempermainkan posisi, jabatan, dan kedudukannya. Hihi…

Di satu sisi heboh dengan name-tag, beberapa dari kami angkat kaki dan mulai membenahi hijab yang semula (hijab asal nyangkut) kini menjadi hijab sudah nyangkut.wkwk. . . alhamdulilaah, setidaknya lebih rapi dan tertutup. (awas aja ada yang berani-berani merobohkan tu hijab) akan berhadapan langsung dengan akhwat-otomotif,,hihi kepok (secara gitu mereka-mereka ini yang masang).

Belum cukup sampai disitu, muncul ide ngrobek-ngrobek karton di tepian mushola untuk ditempel dikaca-kaca tanpa tirai. Se-se-she. . . . jadi kan nda ada yang brani ngintip-ngintip!.

Wah hampir sore,. . . ada akhwat (sebut saja bunga) yang mau ngajak makan. Alhasil kegiatan kami hari ini ckup sampai disitu. InsyaAllah agenda besok, jalan-jalan J

*to be continue

Catatan penulis:
“sebuah ukhuwah tidak harus dibangun dengan sesuatu yang sempurna. Sebuah ukhuwah tidak harus bermula baik pada mulanya, dan sebuah ukhuwah tidak harus ditekan dengan sesuatu yang belum difahami. Namun “sebuah ukhuwah” itulah yang akan menjadi sebuah proses dalam tahapan-tahapan membangun kesempurnaan. Dan ukhuwan yang baik itu, akan tercipta dengan sendirinya, jika segalanya didasari niat untuk kebaiakan.”

0 comments:

Ketika Rasulullah berkunjung ke surga Allah bersama malaikat Jibril, ketika itu Rasulullah mendengar suara yang begitu besar, suara detakan yang membuat beliau bertanya kepada Jibril,"Wahai Jibril, suara siapakah itu?" Malaikat Jibril pun menjawab,"Suara umatmu wahai Rasul Allah". Rasul pun bingung dan bertanya lagi,"Umatku yang bagaimana?" Jibril pun menjawab,"Umatmu yang selalu melangkahkan kakinya ke rumah Allah" Subhanallah.... Anda mau??? FAKTA yang ada: Jarang antara kita bergerak hatinya untuk ke Masjid tuk shalat berjama'ah khususnya para REMAJA yang terlena oleh perasaan dan kesenangan dunia.