Senin, 28 Februari 2011
Di dalam Al-Qur'an, Allah swt. Telah memberikan konsep tata cara pergaulan dalam masyarakat yang begitu indah sekali untuk kita simak;
  • Tabayyun (Memperjelas)
     Tabayyun artinya memperjelas atau mengecek kebenaran suatu berita. Maksudnya disini, apabila datang kepada kita berita yang tidak jelas asa-usulnya, hendaknya kita tidak boleh langsung menelan dan kemudian langsung ambil sikap sebelum jelas berita itu dari mana asal-usulnya.
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu"
(Q.S. Al-Hujurat : 6)

  • Ishlah (Mendamaikan)
     Islam itu agama perdamaian dan antikekerasan. Ketika bertemu sesama, setiap Muslim sangat dianjurkan bertegur sapa, memberi senyum, dan mengucapkan salam. Ucapan salam adalah doa sekaligus identitas Muslim untuk senantiasa berdamai, berdoa untuk kerahmatan dan keberkahan sesamanya. Tidak ada yang lebih berharga dalam hidup ini selain perdamaian, keberkahan, dan hidup penuh rahmat dari Allah SWT. Karena itu, berbuat islah merupakan kewajiban setiap Muslim, lebih-lebih yang bertengkar atau bermusuhan. Bertengkar dan bertindak kekerasan dan anarki itu hanya akan menghabiskan energi secara sia-sia, bahkan cenderung memperburuk citra Islam. Musuh-musuh Islam pasti bersorak-sorai melihat umat Islam saling bertikai.
      Allah swt, berfirman:
     ''Dan taatilah Allah dan Rasul-Nya, dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.'' (QS Al-Anfal: 46).
     ''Tidak ada kebaikan pada kebanyakan bisikan-bisikan mereka, kecuali menyuruh (manusia) memberi sedekah, berbuat makruf (baik), atau melakukan islah (perdamaian) di antara manusia. Dan, siapa yang berbuat demikian karena mencari keridhaan Allah, maka kelak Kami memberinya pahala yang besar.'' (QS Annisa': 114)

  • Tanaabazu' (Saling Memanggil)
     Ukhuwah islamiyah merupakan prinsip yang wajib dipegang erat. Agar tidak berhenti dalam keinginan, harus ada upaya real untuk mewujudkannya. Syariah telah menetapkan ada bergaul yang dapat merekatkan ukhuwah di antara sesama Muslim. Ada yang berupa perbuatan yang diperintahkan, seperti menyebarkan salam dan saling memberi hadiah.

     Dalam hal ini, Abu Hurairah ra. Menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah bersabda:
     Ada tiga perkara yang menggambarkan kecintaanmu kepada saudaramu: kamu mengucapkan salam kepadanya ketika bertemu dengannya; meluaskan tempat untuknya dalam majelis; memanggilnya dengan nama yang paling disukainya (HR al-Hakim)
Kalian tidak akan masuk surga hingga kalian beriman, dan tidak beriman hingga kalian saling mencintai. Maukah kalian saya tunjukkan tentang sesuatu yang jika kalian kerjakan kalian akan saling mencintai:Sebarkan salam (HR Muslim, at-Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad)

  • Khusnudzhon (Berbaik Sangka)
     Allah swt. Berfirman:
     Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati. Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.
(Q.S. Al-Hujurat:12)

  • Laa Taskhiriyah (Tidak Mengolok-olok)
     Jadi kita memang tidak boleh mengejek orang lain. Apalagi sesama muslim. Suatu kaum tidak boleh mengolok-olok kaum yang lain. Misalnya, eh si ini suku A modelnya memang pelit. Atau suku B misalnya, gayanya centil dan norak. Ternyata yang seperti itu tidak boleh. Karena bisa jadi mereka di mata Allah, kaum tersebut lebih baik dari kaum yang mengolok-olok.
     Hai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olokkan kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olokkan) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.
(Q.S. Al-Hujurat:11)

Sumber: Catatan Islamic Tabiyah Community

0 comments:

Ketika Rasulullah berkunjung ke surga Allah bersama malaikat Jibril, ketika itu Rasulullah mendengar suara yang begitu besar, suara detakan yang membuat beliau bertanya kepada Jibril,"Wahai Jibril, suara siapakah itu?" Malaikat Jibril pun menjawab,"Suara umatmu wahai Rasul Allah". Rasul pun bingung dan bertanya lagi,"Umatku yang bagaimana?" Jibril pun menjawab,"Umatmu yang selalu melangkahkan kakinya ke rumah Allah" Subhanallah.... Anda mau??? FAKTA yang ada: Jarang antara kita bergerak hatinya untuk ke Masjid tuk shalat berjama'ah khususnya para REMAJA yang terlena oleh perasaan dan kesenangan dunia.